Testimoni

Penjual Telur Asinpun Bisa – Testimoni Bapak Tiswanto

Di 3i Networks CAR, pak Tiswanto memang lebih dikenal sebagai mantan penjual telur asin, padahal beliau pernah mengeluti usaha sebagai supplier kaos kaki. Namun sayang usaha ini tidak bertahan lama, dan justru usaha tersebut membuat pak Tiswanto terjerat banyak hutang. “Saya bahkan pernah terpaksa menjual tabung gas milik kami,  untuk sekedar bisa makan”.

Keadaan ekonomi yang terus memburuk, memaksa pak Tiswanto memutar otak, untuk mencari pekerjaan apa saja, supaya bisa menyambung kebutuhan hidup keluarganya. Akhirnya pak Tiswanto memutuskan untuk berjualan telur asin. Setiap hari beliau bisa membawa 10 krey telur yang masing-masing berisi 30 butir, namun maksimal yang bisa beliau jual perharinya hanya 250 butir saja. Keuntungan yang beliau peroleh Rp. 200/butir.

 

Pak Tiswanto (41 tahun), mantan penjual telur asin dan sekarang beliau adalah pebisnis 3i Networks CAR

Berarti dalam sehari pak Tiswanto berpenghasilan 250 butir x Rp. 200 = Rp. 50.000,-/hari. Sebulan : Rp. 50.000 x 30 hari = Rp. 1.500.000,-/bulan.

Berjualan telur asin adalah satu-satunya sumber income yang beliau miliki saat itu. Sebagai tulang punggung keluarga yang harus memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Income Rp. 1.500.000,- /bulan nilai yang hampir mustahil mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi beliau memiliki 3 orang anak usia sekolah dan dengan kondisi istri yang tidak bekerja.

 

Dari kiri, Salsa Agni Zenilla (putri ke 2), pak Tiswanto, Laura Melati Ray Sayekti biasa dipanggil Ola (putri sulung), Ibu Desy Rahmayatie (istri) dan yang di depan adalah putra bungsu M. Nuga Arbian

“Ketika anak sulung saya mau masuk SMK, saya terpaksa harus menjual hape saya yang saat itu hanya dihargai 600ribu saja, tapi tidak apa yang penting anak saya bisa masuk sekolah” lanjut beliau lagi.

Bahkan ketika MOS (Masa Orientasi Sekolah) sudah berakhir,  putri sulungnya yang sudah 1 bulan di SMK, terpaksa masih harus memakai seragam SMP, karena saat itu beliau memang belum punya dana untuk membeli seragam putrinya.  “Pa, anak-anak lain sudah pada pakai seragam abu-abu semua, tinggal Ola saja yang belum”.

Tanpa sengaja, pernyataan putri sulungnya telah menohok hatinya, dan beliau semakin merasakan  ketidakberdayaan, kegagalannya sebagai seorang tua, dan itu membuat hatinya semakin menjerit. Tapi apa daya, kenyataan seperti itulah yang mau tidak mau harus keluarganya hadapi saat itu.

Awal perkenalan dengan 3i Networks CAR

Pertengahan Agustus 2014, Pak Makmur Abdurahman memperkenalkan 3i kepada pak Tiswanto. Namun, karena Pak Makmur kesulitan menjelaskan lebih detail, akhirnya pak Tiswanto datang ke kantor cab CAR yang berada di Jln. Batu. Kebetulan saat itu Ibu Erry Berniaty yang membawakan presentasinya.

 

Bersama mitra-mitra 3i lainnya, paling tengah adalah Bu Erry Berniaty, Leader luar biasa yang selalu setia mendampingi pak Tiswanto menapaki tangga-tangga sukses di 3i Networks CAR

 

Home sharing bersama mitra-mitra di Cibinong

Setelah mendengarkan presentasi yang dibawakan bu Erry, Pak Tiswanto yakin bahwa 3i adalah bisnis yang akan mengubah nasibnya.  Namun karena tidak memiliki uang, baru pada Oktober 2014 pak Tiswanto resmi bergabung, dan untuk bergabung awalpun beliau terpaksa meminjam Rp.200.000,- dari uplinenya.

Selama 3 bulan sejak memutuskan bergabung beliau mencoba mengajak orang-orang di sekelilingnya, tapi tidak ada satupun yang bergabung. Luar biasanya, walau ditolak berkali-kali, beliau tidak pernah putus asa. Setiap kali ada orang yang menolaknya, beliau selalu ingat keadaan istri dan anak-anaknya dirumah. Bagi Pak Tiswanto, keluarga adalah salah satu sumber kekuatannya untuk terus berjuang.

Sampai akhirnya beliau bertemu dengan pak Yunus, calon mitra pertama yang bisa beliau ajak ke kantor cab CAR untuk mendengarkan presentasi secara langsung. Dan pak Yunuspun langsung bergabung. Tentu langkah awal ini menjadi angin segar bagi pak Tiswanto. Beliau semakin yakin dan bersemangat, dan mulai memutuskan untuk belajar secara total, selama 2 bulan tidak pernah satu kalipun beliau absen dari pertemuan-pertemuan. Beliau terus belajar dan mulai memutuskan menjalankan 3i sebagai pekerjaan utamanya.

 

Bersama sang istri tercinta, pak Tiswanto berkeliling merangkul orang-orang disekitarnya untuk memiliki masa depan lebih baik bersama 3i Networks CAR

Pencapaian di 3i Networks CAR

  • Oktober 2014 – bergabung
  • Januari 2015 – Posisi Team Agency
  • Februari 2015 – Posisi Leader Agency
  • Oktober 2015 – Posisi Bronze Agency
  • Januari 2016 – Posisi Silver Agency
  • Oktober 2016 – Target pencapaian GOLD Agency

 

Februari 2016 Pak Tiswanto membeli mobil idamannya dari hasil bonus 3i Networks CAR.

 

Oktober 2016 Pak Tiswanto berhasil memberi rumah baru, dan semuanya itu adalah hasil dari bonus 3i Networks.

Sekarang ini, secara financial kehidupan keluarga pak Tiswanto telah mengalami perubahan yang sangat baik. Mereka tidak lagi pusing memikirkan kebutuhan sehari-hari, bahkan satu persatu orang-orang yang berada di sekitar mereka, ikut bisa merasakan perbaikan ekonomi sejak bergabung di 3i.

Bagi pak Tiswanto, 3i Networks CAR adalah anugerah untuk beliau dan teamnya, Mitra-mitra pak Tiswanto berasal dari kalangan kebanyakan yang kehidupan ekonomi jauh dari kata baik, namun 3i telah mampu membuat kehidupan mereka satu persatu mengalami perubahan yang sangat berarti.

2 tahun lalu, income 1,5juta/bln dari berjualan telur asin. Sekarang beliau sudah menabung investasi di 3i networks CAR 1,4juta/bln . Silahkan Bandingkan perubahan hidup beliau sejak di 3i.

 

Bersama bu Erry (platinum agency), pak Tiswanto rela blusukan ke sudut-sudut pasar untuk merangkul siapa saja yang ingin memiliki masa depan yang lebih baik.

 

Bersama pak Afrial (Titanium Agency) menuju pulau Nias untuk Grand BOP 3i

 

Pak Tiswanto saat membawa presentasi di Wisma Sejahtera Slipi, Jakarta

Bukan hanya kehidupan ekonomi saja yang berubah, 3i telah membuat pak Tiswanto tumbuh menjadi seorang leader sejati, beliau mampu mengaktualisasi diri menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang. Beliau telah menjadi Rajawali yang siap terbang tinggi.

 

Mimpi besar pak Tiswanto “Saya ingin memiliki sebuah sekolah dan yayasan yatim piatu”.

Setulus hati saya doakan, semoga semua impian bapak segera terwujud. Amin. Terima kasih telah berbagi kisah luar biasa ini. Salam dahsyat pak Tis, Go Crown

success happens to those who do not let their circumstances define them.

Sarie (Sarie@celengancerdas.com)

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s